free page hit counter
Perbedaan Radio Digital dengan Radio FM - Bravos Radio
16482
post-template-default,single,single-post,postid-16482,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Perbedaan Radio Digital dengan Radio FM

Perbedaan Radio Digital dengan Radio FM

Kendati internet membawa perubahan dalam hal mendengarkan musik, berita atau berkirim pesan, nyatanya peran radio dan televisi belum dijangkau secara maksimal. Walaupun saat ini radio atau televisi ada yang memberikan saluran lain di internet melalui streaming online.


Seperti radio, beberapa orang masih memerlukan radio untuk mendengarkan musik atau berita dalam perjalanan hingga kini. Padahal radio pertama kali dikembangkan sejak akhir Abad 19 dan mencapai popularitasnya beberapa dekade kemudian.

Meskipun saat ini siaran radio tidak cukup populer seperti dahulu, ide dasar komunikasi nirkabel tetap menjadi hal yang penting. Bahkan radio pun tak hanya dipertahankan eksistensinya, namun juga diperbarui kualitasnya dengan teknologi radio digital.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, radio digital berbeda dengan radio online. Di radio online, pendengar dapat mendengarkan siaran menggunakan perangkat berbasis internet. Jadi hanya bisa didengarkan asalkan tersambung dengan internet.

Sementara radio digital tak butuh internet, sama halnya dengan radio FM/AM yang membutuhkan kotak radio khusus. Namun, gelombang penerima yang diterima oleh radio digital berbeda dengan radio FM.

Pada dasarnya radio digital dengan TV digital itu sama. Pendengar radio digital memerlukan kotak radio khusus untuk menerima suara berbasis digital tersebut, karena mulai dari proses produksi hingga penyiaran menggunakan teknologi digital. Sementara pendahulunya masih dilakukan secara analog.

Secara kualitas juga berbeda. Radio digital memutar suara menjadi sinyal digital untuk transmisi dan kemudian melakukan decoding ke penerima radio digital, sehingga output suara yang dihasilkan bisa sekualitas di CD (Compact Disc).

Sementara kualitas radio AM/FM masih suka terhambat apabila gelombang suara yang dikirimkan memantul dinding, bangunan dan bukit. Karena penerima radio digital dapat membersihkan dan menyaring transmisi, sehingga gangguan praktis nyaris tidak ada.

Selain itu, radio digital juga biasanya lebih mudah untuk menyesuaikan- bukan mengotak-atik dial untuk menemukan frekuensi terkuat untuk stasiun radio- pendengar memilih stasiun dengan nama dari menu, dengan radio digital otomatis mengunci ke frekuensi stasiusn radio tersebut. Sehingga dalam kondisi apapun, suara yang dihasilkan tetaplah bagus.
Dengan radio digital pun fitur yang ditampilkan jauh lebih semarak. Seperti informasi lagu, nomor telepon stasiun radio dan banyak lagi dalam layar menu radio.

Selain itu biaya untuk pemancar, infrastuktur serta konsumsi daya radio digital dipercaya jauh lebih baik dari radio FM. Pemerintah Norwegia memperkirakan saluran DAB bisa menghemat hingga US$ 25 juta atau sekitar Rp 322 miliar.

Source: CNN Indonesia

Tags:
, ,
No Comments

Post A Comment