free page hit counter
Festival Film Indonesia 2018 (Pemenang) - Bravos Radio
16694
post-template-default,single,single-post,postid-16694,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Festival Film Indonesia 2018 (Pemenang)

Festival Film Indonesia 2018 (Pemenang)

Festival Film Indonesia (FFI) adalah tolak ukur pencapaian tertinggi perfilman Indonesia. Indikator ini ditinjau dari aspek estetika, teknis, tema dan pernyataan film yang diproduksi. Penyelenggaraan FFI 2018, dipersiapkan dengan semangat kebersamaan merayakan keunikan dan keragaman Indonesia melalui ekspresi karya suatu film dengan menekankan pada gagasan dan kreativitas.

Berdasarkan masukan dari berbagai unsur perfilman Indonesia, panitia FFI tahun ini merancang sistem baru dengan mengakselerasi elemen kunci demi mendorong peningkatan kualitas film Indonesia untuk jangka panjang. Platform baru ini mendorong FFI menjadi kerja kolektif kolegial dengan pendukungan unsur profesi perfilman. Platform ini juga diharapkan menguatkan unsur-unsur perfilman sehingga berharap agar FFI berikutnya dapat berlangsung dengan lebih mandiri sebagai milik unsur perfilman tanah air.

Melalui visi tersebut, FFI diharapkan akan menjadi festival perayaan tahunan yang dilaksanakan lebih profesional dan memaksimalkan potensinya . “Platform baru ini akan mendorong penguatan FFI ke depan sehingga sistem penyelenggaraannya akan konsisten pada setiap tahun, seperti halnya penyelenggaraan festival film internasional lainnya”,jelas Leni Lolang, Ketua FFI 2018.

Salah satu elemen kunci sistem baru yang dibangun tersebut yaitu melalui sistem penjurian yang diberlakukan. Panitia Penjurian FFI tahun ini menjadi tanggung-jawab sutradara yang memiliki pengalaman mengikuti dan meraih penghargaan berbagai festival film internasional, Riri Riza. Penjurian dilakukan dengan merumuskan secara jelas dan tepat kepada karya-karya dengan pencapaian tertinggi , yang kemudian bisa menjadi tolok ukur bagi peningkatan kualitas film yang diproduksi pada tahun berikutnya.

“Ada tiga kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian, yaitu gagasan dan tema, kualitas teknik dan estetika serta profesionalisme”,ungkap Riri. Demi mewujudkan hasil terbaik dari sistem penjurian tersebut, FFI 2018 akan melibatkan partisipasi langsung dari asosiasi profesi, penyelenggara festival di daerah, dan komunitas film melalui proses pemilihan internal dan voting. Bentuk penjurian ini dimaksudkan juga agar kedepannya terjadi penguatan kelembagaan asosiasi perfilman nasional yang ada.

Beberapa tahapan penting yang akan terjadi pada penyelenggaraan FFI 2018 yaitu pengembangan teknologi tabulasi, sosialisasi pedoman penjurian FFI 2018 kepada Asosiasi dan Komunitas, proses seleksi awal melalui Asosiasi/Komunitas, proses pengajuan juri utama dari Asosiasi/Komunitas, pengumuman nominasi, proses penjurian juri akhir dan pengumuman pemenang FFI 2018. Pada malam puncak penghargaan FFI 2018 akan diberikan 21 kategori penghargaan, dan penghargaan khusus berupa Lifetime achievement dan In memoriam.

Penghargaan FFI merupakan simbol atas usaha keras, kompetisi dan keseriusan setiap peraih penghargaan sehingga siapapun pemenang terpilih akan menjadi kebanggaan perfilman Indonesia.

Pada penyelenggaraannya tahun ini, panitia FFI berkoordinasi dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI dan) dan Kemendikbud. BPI adalah lembaga negara yang diamanatkan Undang-undang No. 33 Tahun 2009 sebagai lembaga tertinggi mandiri wakil dari semua unsur dalam perfilman Indonesia. BPI juga merupakan rekan pemerintah berkenaan dengan perfilman Indonesia. BPI melihat FFI memiliki nilai strategis untuk dikelola dengan lebih profesional, memaksimalkan pemajuan perfilman Indonesia

Daftar pemenang Piala Citra 2018:

Pemeran Utama Wanita Terbaik

Marsha Timothy – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Pemeran Utama Pria Terbaik

Gading Marten – Love for Sale

Pemeran Pria Pendukung Terbaik

Nicholas Saputra – Aruna dan Lidahnya

Pemeran Wanita Pendukung Terbaik

Dea Panendra – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Pemeran Anak Terbaik

Ni Kadek Thaly Titi Kasih – Sekala Niskala

Sutradara Terbaik

Mouly Surya – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penulis Skenario Asli Terbaik

Mouly Surya, Rama Adi – Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

Titien Wattimena – Aruna dan Lidahnya

Film Terbaik

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penata Rias Terbaik

Jerry Okatvianus – Wiro Sableng

Penata Busana Terbaik
Adrianto Sinaga, Nadia Adharina – Wiro Sableng

Pengarah Artistik Terbaik

Frans XR Paat – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penata Suara Terbaik
Khikmawan Santosa – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penata Musik Terbaik

Zeke Khaseli, Yudhi Arfani – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Pencipta Lagu Tema Terbaik

Ku Lari Ke Pantai oleh Rayi Putra, Astono Andoko, Anindyo Baskoro – Kulari ke Pantai

Penyunting Gambar Terbaik

Kelvin Nugroho – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penata Efek Visual Terbaik

Keliek Wicaksono – Wiro Sableng 

Pengarah Sinematografi Terbaik

Yunus Pasolang – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak 

Film Animasi Terbaik

Si Juki The Movie 

Film Dokumenter Pendek Terbaik

Rising from Silence

Film Dokumenter Panjang Terbaik

Nyanyian Akar Rumput

Film Pendek Terbaik

Kado

***

Sumber: FFI 2018

No Comments

Post A Comment