free page hit counter
Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei - Bravos Radio
16854
post-template-default,single,single-post,postid-16854,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei

Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei

Hari ini, 20 Mei, 111 tahun lalu, Organisasi Boedi Oetomo terbentuk. Organisasi itu didirikan oleh Doktor Soetomo dan para mahasiswa School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA).

Konon, organisasi ini jadi cikal bakal pusat gerakan untuk kemerdekaan Indonesia. Organisasi yang belakangan memantik elemen masyarakat pada masa penjajahan Belanda, mulai berserikat.


Dilansir dari berbagai sumber, kelahiran Boedi Oetomo menjadi inspirasi Presiden Soekarno menciptakan Hari Kebangkitan Nasional.

Pada tahun 1948, atau 40 tahun setelah Boedi Oetomo terbentuk, Presiden Soekarno memutuskan untuk menetapkan hari ini sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kala itu, dia menamakannya dengan Hari Kebangunan Nasional.

Bukan tanpa sebab, Presiden Soekarno mengusulkan Hari Kebangkitan Nasional ini. Hari tersebut dibikin karena situasi politik saat itu, 1948, sangat panas.

Wilayah Indonesia, saat itu, dikotak-kotakan akibat perjanjian yang dibuat Indonesia dan Belanda, salah satunya Perjanjian Renville. Belum lagi, muncul perpecahan ideologi dan antar golongan dan partai politik, yang bikin situasi makin panas.

Presiden Soekarno ingin bangsa ini bersatu lagi. Dia kemudian mencetuskan Hari Kebangkitan Nasional untuk seluruh bangsa Indonesia bisa bersatu melawan penjajah yang masih ada di bumi pertiwi.

Pemilihan hari lahir Boedi Oetomo sebagai tanggal peringatan ini karena, organisasi itu dianggap paling netral dan didirikan karena bertujuan untuk menyatukan seluruh rakyat merebut kemerdekaan.

Baru pada tahun 1958, atau setengah abad Boedi Oetomo berdiri, Presiden Soekarno merayakannya dengan nama Hari Kebangkitan Nasional. Perayaan ini dilangsungkan meriah di Istana Merdeka.

Saat itu, Presiden Soekarno menyampaikan makna berdirinya Boedi Oetomo sebagai tonggak pergerakan nasional. Meski bukan organisasi besar, organisasi tersebut menjadi cikal bakal untuk memajukan masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu cambuk untuk memperoleh kemerdekaan.

Sumber: Era.id

Tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Tema Peringatan 111 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2019 adalah: “BANGKIT UNTUK BERSATU” 

**Kominfo

No Comments

Post A Comment