free page hit counter
adminbravos, Author at Bravos Radio
1
archive,author,author-adminbravos,author-1,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Author: adminbravos

Media sosial (medsos), memiliki dampak positif sekaligus negatif. Menjadi positif ketika membuat kita menjadi semakin melek atas informasi dan apa pun yang sedang ngetren. Ada dampak negatifnya. Karena terlalu bebas, netizen jadi mengira memakai media sosial tidak ada batasannya. Netizen jadi sembarangan. Faktor mudahnya membuat akun palsu dan berada dalam dunia maya, tanpa bertatapan langsung, membuat netizen bisa seenaknya sendiri berkomentar dengan bahasa yang tidak santun dan cenderung ‘nyinyir‘. (dalam kamus besar bahasa Indonesia, nyinyir artinya : mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet)

Hari Antikorupsi Internasional (disebut juga hari anti korupsi sedunia  - International Anti-Corruption Day) adalah hari yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran bahaya yang ditimbulkan oleh korupsi dan juga sebagai momen bagi semua pihak untuk secara bersama-sama mencari cara dan bersinergi dengan mengambil peran dalam memerangi dan mencegah kejahatan korupsi. Hari antikorupsi internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 9 Desember dan dirayakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

  Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Kadang kita mengalami kesulitan ketika harus berbicara di depan umum yang membuat jantung berdebar-debar, keringat bercucuran, atau perasaan hati yang tidak nyaman. Sebuah perasaan yang kerap disebut ‘grogi’ yang menghambat kinerja otak ketika menyampaikan presentasi, membacakan puisi, berpidato, ataupun berargumen di depan umum.